Jumat, 11 Mei 2012

MITTAL SI RAJA BAJA


Perusahaan baja terbesar di dunia saat ini, dimana pemiliknya merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Beberapa kali, dia masuk dalam lima besar orang terkaya dengan nilai miliaran dolar Amerika. Orang tersebut adalah Lakshmi Mittal atau juga dikenal sebagai Lakshmi Niwas Mittal. Pria asli India namun kini bermukin di London Inggris ini bahkan mendapat predikat sebagai orang terkaya di daratan Inggris. Simbolisasi kesuksesan Lakshmi dalam bisnis tercatat melalui kisahnya saat membeli rumah termahal dalam sejarah, Kensington Mansion, yakni senilai US$128 juta. Ia juga menikahkan putrinya, Vanisha, dengan sebuah pesta pernikahan paling mewah di abad 20. Konon untuk pesta itu, ia menghabikan dana US$50 juta lebih.
            Menurut Zia Permata Buana, Mittal cocok dijadikan sebagai salah satu tokoh terkaya di dunia yang patut ditiru ilmu kesuksesannya bagi masyarakat Indonesia. Mittal yang terlahir di negara India yang tingkat kapadatan jumlah penduduknya di benua Asia menempati urutan kedua setelah China ini, dibesarkan dari keluarga yang tidak mampu sebagaimana banyak keluarga di Indonesia. Selain itu, proses kesuksesan Mittal dalam bisnis Baja-nya selama ini juga tidak jauh dari masyarakat Indonesia. Selama bertahun-tahun Mittal memulai bisnis dan menggalang strategi di tanah Indonesia, Surabaya.
            Semua nilai kekayaan yang dimiliki Lakshmi memang sangat menyilaukan. Semua itu didapatnya dari perjuangan keras selama puluhan tahun. Awalnya Lakshmi yang terlahir di Sadulpur, Churu, sebuah bagian dari Rajashtan India, adalah seorang yang sangat miskin. Saat kecil, ia dan keluarganya tinggal di sebuah rumah yang dihuni oleh 20 orang. Mereka hanya tidur di lantai, yang kadang beralaskan rotan. Untuk memasak, mereka membuat perapian dari tumpukan batu bata di belakang rumah yang dibangun oleh kakeknya.
            Ia dan keluarganya tak mau selamanya hidup menderita, sehingga mereka bertekad untuk bisa mengubah nasibnya. Karena itu, ia kemudian ikut ayah dan keluarganya pindah ke Calcutta India. Di sana – ayahnya – Mohan, mendapat peluang mengubah nasib setelah bermitra dengan salah satu rekan membuat sebuah usaha di bidang baja. Dan, inilah, rupanya awal Lakshmi berhubungan dengan sebuah usaha yang kini membesarkan namanya.
            Di balik kesuksesan dan melimpahnya harta kekayaan yang dimiliki Mittal, ternyata tidak jauh dari peran dan komitmen Ayahnya, Mohan, yang menomor satukan pendidikan anak-anaknya. Bagi Mohan, pendidikan merupakan jembatan yang bisa mengentaskan mereka dari lembah kemiskinan. Melalui pendidikan seseorang berpeluang luas untuk melakukan mobilitas vertikal, baik harta kekayaan maupun penghormatan sesama manusia dan 'ketentraman' spiritualitas secara pribadi. Ia pun kemudian menyelesaikan pendidikan Bachelor of Commerce degree di St. Xavier’s College Calcutta. Di sinilah, kemudian Lakshmi berupaya membuktikan bahwa pendidikannya tak sekadar teori. Ia lantas terlibat lebih jauh dengan usaha keluarganya di bisnis baja. Dengan pengetahuan dan pergaulannya yang luas, ia pun berupaya mengembangkan usaha keluarganya bukan hanya di India, melainkan menjangkau wilayah internasional.
            Lakshmi mencoba membeli sebuah perusahaan yang nyaris bangkrut di Indonesia pada tahun 1976. Dari sinilah, tangan dinginnya mampu membuat usahanya terus berkembang. Tetapi sungguh disayangkan, pada tahun 1994, saat di mana usaha keluarga itu makin menanjak, sebuah perbedaan, membuat usaha itu pecah. Lakshmi lantas memilih jalan membesarkan usahanya sendiri, tanpa melibatkan keluarga. Ia kemudian dibantu oleh istrinya, Usha.
            Perpecahan tersebut justru membuat usahanya semakin kencang. Ia berhasil mengembangkan Mittal Steel hingga merambah belasan negara dan empat benua. Ia juga menemukan sejumlah inovasi pengembangan usaha baja yang membuat pabriknya menjadi yang terbesar di dunia dengan jutaan ton produksi. Lakhsmi dianugerahi beberapa predikat dari beberapa lembaga dan media terkemuka di dunia. Dari Majalah Fortune Eropa, ia diberi predikat European Businessman of the Year 2004. Selain itu, ia juga digelari the Willy Korf Steel Vision Award di 1998 oleh American Metal Market and PaineWeber’s World Steel Dynamics atas dedikasinya dalam industri baja.
           
“Banyak orang bekerja keras. Karena itu, jika ingin sukses kita harus bekerja lebih keras dan mendedikasikan diri pada tujuan yang ingin kita capai,” sebut Lakshmi.


Sumber Bacaan :
http://id.wikipedia.org/wiki/Lakshmi_Mittal
http://goldenfibonacci.com/?p=905
http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/28526-korek-ilmu-kesuksesan-lakshmi-mittal-si-mantan-bocah-fakir.html
http://www.forbes.com/profile/lakshmi-mittal/
http://ibnlive.in.com/news/decision-making-is-slow-in-india-lakshmi-mittal/253024-7.html

Sumber Gambar :
http://www.livemint.com/2012/04/28152645/Lakshmi-Mittal-says-Indian-pro.html

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes