Minggu, 29 Juli 2012

Kewirausahaan Bab 4


BAB IV

MOTIVASI MENJADI PENGUSAHA SUKSES.
‘anda dapat memilih sebuah pohon besar, sebesar apapun... , setinggi apapun..., dan sekeras apapun.  Dan jika anda berusaha mengapaknya 5 kali tebasan tiap hari, suatu saat nanti akan tumbang. Demikin impian anda jika tiap hari anda konsisten melakukan apa yang dibutuhkan untuk mencapainya maka suatu saat nanti akan tercapai.
Proses termotivasinya seseorang dengan orang lain untuk menjadi pengusaha berbeda2. Sebenarnnya bangsa indonesia memiliki dasar spirit dan ketrampilan yang unik dan berbeda di tiap daerah. Kewirausahaan bukanlah sesuatu yang dilahirkan tetapi dibangun.
·         Pendidikan menjadi kunci sukses keluar dari kesulitan dan membantu meraih keberhasilan usaha. Jangan percaya mitos2 terkait wirausaha seperti: Mitosnya wirausaha merupakan bakat dan keturunan... kenyataanya tidak. Contohnya ir hayono pengusaha griya bersih sehat bukan berasal dari keturunan pengusaha. Mitosnya pengusaha adalah pelaku bukan pemikir, kenyataanya keduanya sangat penting dalam dunia wirausaha. Mitosnya wirausaha tidak bisa diajarkan atau dibentuk, kenyataanya tidak Dr Ir wahyu saidi pengusaha bakmi tebet pengusaha yang belajar samapai strata 3. Etc.
·         Harus merubah pola fikir, dan erubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan bukanlah persoalan mudah. Tapi kenyataanya perubahan bukanlah sesuatu yang membahayakan dan menakutkan. Merubah pola fikir memerlukan keberanian dan kerelaan. Sadar atau tidak kita selalu keluar dari satu comfort zone satu ke comfort zone berikutnya.
·         Menurut Mc Grath dan Mc Millan (2000) dalam rambat (2004) lima karateristik pengusaha adalah:
a.       Pengusaha sangat bersemangat dalam melihat atau mencari peluang2 baru.
b.      Pengusaha mengejar peluang dengan disiplin yang ketat.
c.       Pengusaha hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari peluang lain yang belum jelas.
d.      Pengusaha berfokus pada pelaksanaan.
e.       Pengusaha mengikutsertakan energi setiap orang yang berada dalam jangkauan mereka.
·         Semakin seseorang menyakini bahwa dirinya dapat mengelola berbagai kekuatan dan kelemahan, maka semakin yaki ia bahwa dirinya dapat mewujudkan suatu prestasi.
·         Memahami kekuata dan kelemahan diri serta mau melakukan hal2 untuk meningkatkan prestasi merupakan modal dasar
·         Mengembangkan pribadi wirausaha identik dengan mengembangkan perilaku wirausaha, yaitu melalui langkah awal mengenali diri sendiri serta kendala yang dihadapi. Ciri2 pribadi wirausaha:
a.       Berorientasi pada tindakan dan memiliki motif yang tinggi dalam mengambil resiko dalam mengejar tujuan.
b.      Dapat mendayagunakan kekuatan yang ada dan mengurangi kelemahan2 yang dimiliki.
c.       Agresif mengejar/ berorientasi pada 7an,
d.      Mau belajar dari pengalaman
e.       Memupuk dan mengembangkan pribadi unggul terus menerus.
Seseorang mau menjadi wirausaha karena adanya motifasi yaitu motif berprestasi. David C. McCelland mengelompokan kebutuhan ini dalam tiga motif sosial yaitu:
a.       Kebutuhan berprestasi wirausaha (n-Ach), kebutuhan ini dapat dilihat dari ciri2nya yaitu:
1.      Senang menetapkan sasaran kerja yang menantang, mengandung unsur mederate risk atau menghindari tugas yang terlalu sukar dan terlalu mudah.
2.      Selalu menganggap apapun yang terjadi sebagian besar menjadi tanggung jawabnya.
3.      Dalam bekerja selalu ingin memperoleh umpan balik.
Jadi orang dengan n-Ach tinggi menganggap uang bukanlah segalanya namun hanya menjadi tolak ukur tercapainya sasaran.
b.      Kebutuhan akan kekuasaan (n-Pow), ciri2 orang dengan n-Pow tinggi adalah:
1.      Berusaha untuk mempengaruhi orang lain.
2.      Mementingkan hasil akhir daripada proses.
3.      Mempunyai dorongan kuat untuk dilihat sebagai penyelamat, penolong atau pahlawan.
c.       Kebutuhan untuk berafiliasi (n-Aff) berfokus pada usaha untuk membina suasana persahabatan dan menghimpun teman, ciri2nya:
1.      Dalam bekerja mementingkan suasana dari pada pekerjaan itu sendiri.
2.      Lebih mementingkan reaksi atau sikap orang lain terhadpanya, dan merasa tidak nyaman bila ada orang yang kurang bersahabat.
3.      Dalam melaksanakan tugas sangat dipengaruhi oleh siapa yang akan menjadi rekan kerjanya.
Menurut P.Robbins kebutuhan ke 2 dan 3 lah yang saat inierat kaitannya dengan keberhasilan seorang manager.
·         Apa saja yang kita dapatkan hari ini baik disadari ataupun tidak sebenarnya merupakan hasil dari proses kekuatan bawah sadar, sehingga kita harus mengubah pemikiran bawah sadar kita untuk menjadi pengusaha sukses.
·         George W. Ladd mengungkapkan bahwa imajinasi dan intuisi dapat membantu kemajuan usaha. Proses mental bawah sadar dapat membantu kita melaksanakan tugas sehari-hari.
·         Maka dari itu mulai sekarang tetapkan apa yang anda inginkan 5, 10, 20, 50 tahun lagi agar pikiran bawah sadar menuntun anda untuk mencapainya.
·         Gunakan konsep AKU (Ambisi,Kekuatan atau kelemahan, usaha). Ambisi menggambarkan cita2 yang ingin diraih. Kekuatan sebagai motivattor untuk mengalahkan kelemahan. Dan Usaha adalah langkah2 yang akan kita tempuh untuk mencapai apa yang kita cita2kan 10, 20, 30 tahun lagi.( tahapan proses pencapaian itu)
·         Pikiran manusia terdiri dari pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar mampu mengontrol tindakan secara otomatis, bila anda berfikir anda tidak bisa menjalankan suatu tugas maka secara tidak sadar anda mangatakan tidak mampu yang berakibat pada berhentinya anda dalam berusaha.
·         Hukum dan bahasa pikiran bawah sadar : pikiran bawah sadar tidak mengetahui perbedaan antara imajinasi dan kenyataan.
·         Prof G. W. Ladd dalam Buchari Alma (2005) menguraikan beberapa kondisi yang mampu mendorong produktifnya pikiran bawah sadar.
1.      Sikap ragu2. Jika anda ragu pikiran bawah sadar akan menciptakan gagasan pemecahan.
2.      Sikap berani.
3.      Beracam2 pengalaman, memori, dan ketertarikan.
4.      Persiapan yang sempurna dan sungguh2.
5.      Menyerah sementara. Jika tidak bisa memecahkan masalah, adakalanya anda menyerah sementara hingga muncul gagasan baru.
6.      Istirahat atau santai.
7.      Menulis. Banyak orang yang akan menemukan pikiran bawah sadar dengan menulis.
8.      Bertukar pikiran.
9.      Bebas dari kekacauan atau kebingungan.
10.  Batas waktu. Banyak orang baru muncul gagasan saat date line sudah sangat dekat, hal ini karena semakin dekat dengan batas waktu pikiran bawah sadar semakin giat.
11.  Tensi
Mc Gregor dalam buku safak Muhammad (2005) menjelaskan hukum pikiran bawah sadar yaitu:
1.      Positif. Bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan pikiran bawah sadar pisitif, selanjutnya akan terbentuk kebiasaan yang terekan dalam pikiran bawah sadar.
2.      Kalimat saat ini. Jika anda mengatakan akan mulai bisnis menggu depan maka jika waktunya telah tiba pikiran bawah sadar akan mengatakan minggu depan, maka gunakan saat ini.
3.      Pribadi. Gunakan kata saya bukan kamu.
4.      Pengulangan. Semakin banyak anda mengulang apa yang anda bicrakan dengan pikiran bawah sadar anda maka anda akan semakin mengerti.

BAB 5.
KREATIFITAS DAN INOVASI DALAM BERWIRAUSAHA.
Pengusaha saat ini dituntut untuk memilki kreatifitas dan inovasi yang tinggi. Kreatifitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide2 baru dan cara2 baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang.
Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan krearifitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang.
·         Mempertahankan eksistensiusaha hrus diiringiupaya mencari sesuatu yang baru dan mengembangkan apa yang sudah ada agar menjadi lebih baik.
·         Seorang wirausaha harus memastikan bahwa kreativitas yang selama ini dilakukan bila telah usang atau tidak terpakai.
·         Proses kreatifitas dapat tercipta melalui
a.       Mambuat atau menciptakan.
b.      Mengkombinasi 2 hal atau lebih.
c.       Memodifikasi sesuatu yang memang sudah ada.
·         Hambatan kreativitassebagai dinding atau bangunan mental yang meghambat kita untuk memahamiatau menemukan pemecagan atas suatu masalah.
·         Hambatan kreatifitas dapat berupa hambatan psikologis, hambatan budaya, lingkungan, bahasa berfikir, hambatan keterpakuan fungsional, dan hambatan kebiasaan memandang.
·         Teknik meningkatkan kreatifitas, secara umum dapat dilakukan dengan mengubah cara berfikir dan bertindak, namun dapat juga dilakukan dengan:
a.       Perumusan masalah secara kreatif.
b.      Bertanya dan bertanya.
c.       Curah gagasan, dalam pelaksananya memperhatikan: tidak ada penilaian saat curah gagasan, prosesnya harus benar2 bebas, dan munculkan sebanyak mungkin gagasan.
d.      Orang aneh, maksudnya dalah memasukan orang lain yang tidak tahu tentang bidang yang sedang didiskusikan.
e.       Iklim kreatif. Menciptakan kondisi yang memancing kretifittas.
·         Bagian otak anda yang dominan akan selalu mendikte bagaimana anda harus berfikir.
·         Pengaruh otak kiri yang menyebabkan seseorang lebih teratur dalam berfikir, analitis dan kurang kreatif sehingga terlalu banyak pertimbangan dalam bertindak dan cenderung menjadi pengekor.
·         Pengaruh penggunaan otak kanan yaitu berfikir secara loncat2 tak beraturan, memungkinkan seseorang berfikir kreatif.
·         Wirausaha adalah inovator yang bertindak selalu sebgai inventor, namun tidak selalu sebagai inventor.
·         Kemenangan bisa dicapai dengan menciptakan pasar baru lewat inovasi.
·         Inovasi dan bisnis ibarat 2 sisi mata uang. Inovasi harus terus dibangun melalui budaya kerja kreatif, mengikuti tren, dan membangun pasar.
·         Seorang wirausaha harus segera menterjemahkan mimpi2nya menjadi inovasi.
·         Untuk melindungi gagasan kita maka perlu dilakukan mendapatkan hak paten.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes