Minggu, 29 Juli 2012

Kewirausahaan Bab 8


BAB VIII
Mengelola Keuangan Usaha

Pada da prinsipnya jika kita sudah bertekad untuk memulai sebuah bisnis, yang menjadi
modal utama bukanlah uang , melainkan keberanian, keyakinan dan ketekunan. Dan kita
memulai usaha , kita tidak perlu menunggu sampai modal besar terkumpul. Semua usaha
berasal dari sebuah gagasan/keahlian yang kemudian dijual.

Mengelola Keuangan Usaha
Modal usaha dapat berupa modal dana dan modal nondana berupa keahlian dan keterampilan.


Berikut adalah bahasan teori mengenai permasalahan dana tersebut :
1.    Mengetahui Kebutuhan Modal Usaha
Pada prinsipnya, dalam menjalankan modal usaha terdapat tiga jenis modal yang diperlukan, yaitu modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.
a.   Modal investasi awal
Adalah modal yang diperlukan diawal usaha, biasa dipakai untuk jangka panjang. contoh modal adalah bangunan serta peralatan seperti computer, kendaraan, perabotan kantor, dan barang – barang lain yang di pakai untuk jangka panjang.
b.   Modal kerja
Adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat barang dan jasa yang kita hasilkan. Modal kerja bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap dating permintaan.
c.    Modal Operasional
Adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari usaha kita. Contohnya biaya untuk pembayaran gaji pegawai, telepon bulanan, listrik, air, bahkan retribusi.
2.    Mengetahui Sumber Permodalan
Untuk memulai suatu usaha, pada dasarnya sumber permodalan dapat diperoleh melalui :
a.   Modal Sendiri
b.   Pinjaman Bank

Ada tiga jenis kredit perbankan :
 1. Kredit Usaha, yaitu kredit yang ditujukan untuk membiayai usaha yang produktif.
 2. Kredit konsumsi, yaotu kedit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif.
 3.   Kredit serba guna, yaitu kredit yang bisa digunakan untuk tujuan konsumsi maupun usaha.
c.    Bank Syariah
d.   Pegadaian
3.    Proses Pengelolaan Keuangan
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata kelola keuangan.
a.   Kita harus memisahkan antara uang perusahaan dan dan pribadi.
b.   Kita harus memastikan system pencatatan yang rapid an teratur sesuai sesuai dengan kaidah akutansi.
c.    Melakukan manjemen kas.
d.   Melakukan evaluasi  setiap bulan terkait.
4.    Pelaporan Keuangan
Kita membuat laporan keuangan untuk memastikan bahwa tidak ada uang  yang hilang, untuk membuat laporan keuangan, terdapat dua hal yang perlu dibuat, yaitu neraca dan laba rugi. Neraca (balance sheet) adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan sementara dari usaha. Neraca terbagi dalam dua komponen, yaitu bagian yang menguraikan aset - aset perusahaan dan bagian lain yang berisi kewajibanperusahaan.  Laporan laba rugi menggambarkan keadaan suatu usaha dalam waktu tertentu, dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan yang sekaligus dapat menunjukan laba bersih perusahaan, baik berupa keuntungan atau kerugian.

Sumber : Suharyadi,dkk. Kewirausahaan membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda.2008.Jakarta : Salemba Empat

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes